pagi ini, merupakan hari yang lumayan cerah. walau saat bangun tidur dah mulai gusar karena belum ngeprint bahan presentasi dan juga membaca suatu MK yang membuat keributan di hari ini. Alhamdulillah saya tidak terlambat sampai kampus (biasanya 63 nya lama banget) dan sesampainya di kelas, saya dengan mantap memilh kursi yang paling depan.
ialah Anfiskim. analisis fisikokimia. merupaka salah satu MK yang diajarkan oleh dosen kami yang begitu *disiplin* (entah kata apa yang pas untuk menggambarkan). beliau mungkin ditakuti oleh semua anak didiknya, dari senior-senior saya, hingga katanya sih dosen lain juga sedikit takut dengan beliau.
dimulai dari OHP yang kabur dan ada salah satu teman saya yang telat, sang bapak mulai emosi. "x" teman saya yang pada hari sebelumnya diusir dari kelas karena dikira tidur oleh sang bapak, dipanggil untuk duduk di urutan depan.
saat pelajaran berlangsung, sepertinya mood bapak sedang jelek. kebanyakan dari kami, kaku bisu berhadapan dengannya. mulailah rentetan kekesalan sang bapak akibat kami yang tidak bisa menjawab soal. bahkan yang tidak membawa kalkulator disuruh keluar. (untungnya kalkulator saya selalu di tas. walhasil saya menetap di kelas). namun, terbesit penyesalan di hati saya. mengapa saya tidak keluar saja. sang bapak terus marah-marah dengan mengeluarkan nama hewan ragunan dari mulutnya. bahkan doa-doa buruk keluar dari mulutnya. Astaghfirullah..
sepanjang pelajaran itulah kami masing-masing mendapatkan hukuman untuk menulis jawaban yang tidak bisa kami jawab sebanyak 100x dan pertanyaan yang tidak bisa kami jawab ada 6. hal ini berarti kami harus menulis 600 kali dan hukuman ini harus dikumpulkan jam 4nya..ohhh tidaaakkkkk...
entahlah, saya berusaha membaca materi sebelum kuliah. saya juga yakin beberapa teman saya melakukan hal yang sama. mungkin ketakutan kami terhadap bapaknya inilah yang membuat kami tak bisa berkata-kata, atau bahasannya yang sulit mengerti, ataukah memang kami terlalu bodoh seperti yang dikatakan bapaknya (-____-).
istilah hukuman inilah yang kami sebut "ngebatik". setiap angkatan sepertinya pasti merasakannya. namun, dengan ini, terlihat keakraban diantara kami dan antar angkatan. kami saling membantu menyumbangkan tulisan. 1 orang 10 baris pun sangatlah berarti dibandingkan tidak sama sekali.
yang sangat saya sayangkan adalah bahasa sang bapak. tidak baik untuk seorang dosen yang saya sangat yakin begitu banyak ilmu yang ia miliki. banyaknya ilmu memang tidak dapat dibandingkan dengan akhlak. (apalagi ilmu farmasi) banyak nasehat yang beliau berikan pada kami khususnya mengenai kerja keras.
entah sikap apa yang sebaiknya saya berikan untuk beliau. disatu sisi, saya sangat tidak menyukai dengan gaya bahasanya saat marah. sisi lain, nasihat yang beliau katakan adalah benar. dan saya tidak jarang sering satu bis dengan beliau (63). pernah sekali saya menyapa. dan saya menanyakan sekedarnya seperti dimana rumahnya. namun, keesokkan harinya, saya tidak menyaanya. entah mengapa saya jd malas bicara bila sudah terlambat. entah apakah sang bapak mengenali saya atau tidak. yang jelas, saya tidak ingin bertemu beliau dahulu. saya tidak ingin hal-hal buruk yang ada pada dirinya adalah sesuatu yang saya ingat tentangnya.
satu doa untuk beliau, ya Allah berikanlah hidayah kepadanya..
*batikku batik tulis akan kuingat selalu...
*yang saya ingat adalah wajah kami pucat pasi, seusai kelas kami tertawa mengulang kronologi yang ternyata banyak kalimat-kalimat lucu yang dijadikan bahan candaan kami. astaghfirullaaaaahhh..
No comments:
Post a Comment