Monday, January 16, 2012

pagi di bangku belakang metromini 63


bapak-bapak itu terlihat rusuh kelakuannya, rebet. gumam sana, gumam sini, berusaha tak menghiraukan, asik dengan handout ASF. terdengar celetuk-an
“jadi kuli aja kok sok”
tak lama kemudian
“apalagi si itu jd satpam aja sombong”
akhirnya dia bertanya pada saya,
B: dari pesantren dek? (<— berasa muka pesantren bgt dah -_-)
U: ga, dari rumah
B: ohh, kuliah ya?
U: ya
B: semester brp?
U: 5
B: jurusan?
U: farmasi
B: informasi?
U: farmasi (di ulang 3x untuk percakapan yang di bold ini)
B: ohh farmasi (sambil angguk-angguk)
tak lama kemudian ia turun dengan 3 kawannya. terlihat kecewa tak mendapatkan apa yang dicari. tak lama setelah itu, sang kenek bilang:
“tadi itu copet lho mba, saya perhatiin trus"
hooo, gumam saya. satu yang terlintas dalam pikiran saya
“jd copet kok bangga"
jd bingung ngapain juga tadi ngotot bilang saya anak farmasi, sudah dia bukan orang yang dikenal, copet pula -_-

Saturday, January 14, 2012

selama berlibur!

Alhamdulillah uas dah slese, apapun hasilnya, semuanya saya serahkan pada Allah. bismillahirrahmanirrahim. libur 1 bulan tercatat dari tanggal 13 jan-13 Februaru 2012. selama berlibur, dan ingatlah beberapa tangal penting di bawah ini:

semoga semester selanjutnya bersahabat. Amiin.

Monday, January 2, 2012

intermezzo

beberapa orang menyambut tahun baru dengan huru hara dari menyalakan petasan, meniup terompet, bakar jagung, atau naik gunung tuk lihat matahari awal terbit, atau mungkin yang lainnya yang saya tak mau tahu. tahun baru juga dijadikan sebagai moment membuat resolusi baru, haruskah?

ntah bagaimana mengungkapkannya, terkadang saya bingung dengan sikap mereka yang menganggap begitu spesialnya tahun baru dibanding hari lainnya. bahkan matahari masih terbit di arah timur. meniup terompet, menyalakan petasan, apa manfaatnya? hanya membuat keributan orang" yang akan uas esoknya dan keributan bagi mereka yang telah terlelap dalam tidurnya.

keesokan harinya, kami berencana makan siang di luar. apa yang terjadi? seluruh tempat makan penuh dengan dipenuhi mobil-mobil pribadi mereka layaknya ikan pindang dan yang sangat menyedihkan adalah sampah bertebaran di setiap tanah lapang (tak hanya tanah lapang, pinggiran jalan, ruko-ruko) hingga menyisakan jagung bakar yang masih utuh belum tersentuh. bayangkan, siapa yang akan membersihkannya hingga kondisi awal? mungkinkah para pelaku membersihkannya?

resolusi, pernahkah anda benar-benar serius mengerjakannya? masihkan anda ingat berapa resolusi yang anda buat pada tahu kemarin yang benar-benar anda lakukan. agar tahun ini lebih baik dari sebelumnya? mengapa tidak setiap hari membuat resolusi agar mendapatkan yang lebih baik lagi? cukuplah membuat pandangan bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin dan bila lebih buruk adalah kerugian. bayangkan, berapa banyak kerugian yang telah terlewati?

Akhir paragraf, berbuat baiklah seakan-akan kau mati esok hari.