alhamdulillah, saya bisa merasakan pengalaman ini. disini saya bertemu kak Nency yang bertugas menensi..ahaha nama dan tugas hampir sama, saat awal kenalan saya juga bingung. tapi kak nency senyum" aja.. :)
walaupun sudah 5 kali, saya masih kewalahan kalau bungkus puyer, merasa sangat lelet. dah lelet, keriput lagi.. -__-, sering malu ini lhoo anak farmasi bungkus puyer aja lama.
tapi saya masih tidak begitu mengetahui sebenernya yg benar yang mana. apa mungkin ini di klinik, jd yg dibutuhkan adalah kecepatan, (saya akui, saya merasa bungkus puyernya bentuknya aneh,,) karena pasien punya kebutuhan yg lainnya. OK, kecepatan memang harus, tapi satu yg saya diajarkan dilaboratorium adalah kerapihan membungkus, agar bungkusan saat dibuka, puyernya tidak jatuh kemana-mana hanya karena bungkus puyer yang asal terbungkus. apakah nanti saat diapotek akan seperti ini? saya tidak tahu. mungkin nanti seiring waktu akan tahu..semogaa...
ini beberapa foto yang saya ambil dari klinik,,tadaaaa:

kak nency yang sedang menensi :-)
pasien yang sedang menunggu giliran sambil nonton TV
cucu yang setia mengantar neneknya yg sakit
banyak cerita, banyak sekali..


No comments:
Post a Comment