Friday, December 17, 2010

haruskah peduli atau egois?

titik stress saya sudah hampir mencapai puncaknya, atau sudah sampe lagi,,
di awali farkol,,invent biokim bikin rencana ngafalin obat g kesampaian
abbf, lagi, invent biokim bikin rencana latihan soal itungan g kesampaian
dan ternyata,,emang bakal gini sih,,eh ujian prak biokim jd tanggal 27..tidaaaakkkk,,
farkog, ada kemungkinan uas ulang, antara mau dan tidak,,saya ngikut aja daahh,,
prak farset ujian paling ngawur, sampe ada rencana di adain remed segala
masih sisa 4 lagi,,klo gini kapan slese uas cobaa?
kapan libur?
kapan stress saya mengalami depolarisasi??
ya Allaaahhhh,,bantu saya di sisa ujian..
pray for anfiskim, biokim, prak biokim, dan farfis 1


---------------------------------------------------------------------------------------------


oke, jd teringat td perbincangan dg seseorang tentang ambisius mendapatkan nilai besar. jujur, saya sangat ingin mendapat nilai seperti nilai A,,yg hingga kini masih langka di halaman DNS saya. tapi bukan berarti semua cara dihalalkan. saat ini yg lebih membuat saya senang adalah, bagaimana saya bisa menuliskan jawaban penuh pada kertas saya dengan buah pikiran murni yang saya pun tak tahu itu benar apa tidak, dari pada berburu jawaban yg benar dengan lirik kanan, kiri, bahkan catatan.
ok, mungkin ada beberapa orang yg mengira saya egois karena tidak memberikan jawaban atau acuh saat diminta jawaban, oh pleaassseee,,acuh bukan berarti tak peduli. justru saya sangat peduli pada anda, bahwa saya menghormati buah pikiran anda, saya tidak ingin mengkotori jawaban anda, klo ternyata salah? siapa coba yang disalahkan?

oke, insyaAllah saya akan selalu istqamah untuk pertahankan nilai yg diajarkan guru" saya d IC, saya tidak ingin, karena sudah keluaar dari sana, berarti saya boleh melaksanakan yg dahulu dilarang (contek menyontek), sungguh saya tidak ingin menghianati mereka, bukan saya egois, bukan saya sombong. yang ada dalam pikiran saya adalah mencontek = dosa. haruskah saya tambah dosa saya?


jadi, saya tidak meminta maaf pada teman-teman yg merasa kesal klo saya tidak peduli saat ujian atau sibuk mengerjakan sendiri, sungguh, seringkali posisi saya jg seperti kalian yg tidak tahu harus menjawab apa, tapi saya yakin usaha sendiri itu lebih memberikan kepuasan maksimal walaupun nilai yang kita peroleh kecil. saya hanya ingin perhatian kalian, bahwa hormatilah prinsip saya, toh saya tidak mengganggu kelangsungan ujian anda,


percayalah, bahwa hasil pemikiran anda, bisa jd lebih baik dari pikiran orang disebelah anda
*trimakasih rina dan kiki yg membantu saya tetap istiqamah di jalan yg benar :D

No comments:

Post a Comment