Thursday, December 2, 2010

dilema menjelang UAS

seminggu lagi UAASSSS,,sigh...
jujur, saya:
1. blom siap 
2. blom juga datang semangat

sebenernya 2 option di atas sangatlah tabu untuk diucapkan. well, tapi saya benar-benar mengalaminya. entah mengapa akhir-akhir ini saya mulai berpikir untuk apa saya kuliah. menuntut ilmu? benarkah tujuan utama saya ini? atau kuliah untuk cari nilai? sekedar ikut-ikutan teman yang juga kuliah? dapat pekerjaan yang bagus? cari gelar?



entahlah,,sejak lulus dari ic, pelajaran berharga yang saya dapatkan adalah mendapatkan ilmu dibandingkan mendapat nilai bagus, tapi kenyataannya sekarang? yup, saya merasa lebih baik mendapatkan ilmu dari pada nilai memuaskan namun kosong ilmu, tapi yang terjadi kini adalah, bukannya fokus belajar, saya malah menjadikan alasan "yang penting dapet ilmunya" dikala dapat nilai yang kurang memuaskan. saya akui ini salah. -__-"


saya benar-benar merasa malu, disaat saya tidak bersemangat seperti ini melihat disana banyak sekali calon-calon yang bersemangat untuk kuliah, namun, tiada biaya untuk mewujudkannya. saya merasa lemah, mengapa hanya karena banyaknya materi kuliah, kuliah yang bertubi-tubi dan tugas yang tak kunjung selesai menjadikan saya muak dan malas untuk kuliah. dari pada kedua hal tersebut, apakah yang harus saya pertanggung jawabkan atas segala keburukan nilai yang nantinya akan saya peroleh akibat perlakuan saya selama ini, padahal biaya kuliah sebegitu mahalnya yang saya pun tak mungkin bisa menanggungnya. 


sering terbesit menyalahkan semuanya. mengapa juga saya harus pulang pergi kuliah yang membuat sebagian waktu terbuang dijalanan, padahal teman saya sedang sibuknya belajar saat saya terjebak dalam kemacetan, saat saya tidur kecapekan, saat saya bangun pagi harus menyiapkan perjalanan ke kampus padahal teman saya yang lain melanjutkan belajarnya. tapi pantaskah saya menyalahkan ini? akankah saya benar-benar belajar bila saya tidak pulang-pergi? apakah baik hidup saya hanya untuk belajar? yang sangat saya rasakan sekarang adalah LABIL.


apa yang saya butuhkan?
1. percayalah bahwa Allah pasti menolong hamba-Nya
2. siapkan semaksimal yang saya bisa


tiada lagi, apakah saya butuh semangat? untuk apa semangat bila saya tak juga melakukan hal yang  kedua. tiada kata TAK BISA. hanya ada kata BISA.


Bismillahirrahmanirrahim...

No comments:

Post a Comment