mungkin kesan pertamanya adalah ya tikus dan mencit seperti apalah mereka biasanya. kesan kedua, putih warnanya bersih kok (menghibur diri) sembari mengingat film koki tikus (Ratatouille).
kami, kelompok buncit beranggotakan 4 orang yang semuanya tiada satupun lelaki. awalnya, takut digigit dan dicakar. tapi melihat pak surya yang begitu ahli membolak-balikkkan tikus, rasanya jadi iri -_-. berhubung ntah tikusnya kebesaran atau tangan saya yang kekecilan, rasanya susah sekali mencengkram sang tikus.
mencit disamping, mungkin terlihat lucu, tangannya berusaha menahan sonde agar tidak masuk, kami merasa seperti memberi makan bayi saja (bayi siapa coba?)
ceritanya, pada rute peroral kami menggunakan bantuan sonde lambung. ketika saya mencoba, sonde yang dimasukkan rasanya 'mentok'. akhirnya saya belok"-an (teringat kata bu santi), eh ternyata sang tikus tersedak, uhuk.uhuk. teman saya bilang, klo yang dibolk-belokkan itu khusus mencit, tapi syukurlah sang tikus tidak mati (klo mati harus ganti -_-).
lain lagi ceritanya, marvi sepertinya penasaran menyonde mencit, berulang kali gagal (larutan tersembur keluar), ntah mencitnya yg lincah atau marvi kaget atau mungkin dua-duanya, sang mencit dilempar bersamaan sonde yang masih tepat dimulutnya hingga ia batuk ow.ow.. (lebay tapi benar)
adapun saat mensuntik, awalnya iba, begitu hati" apalagi pada bagian peritoneal, takut kena hati. tapi selanjutnya kami jos-jos saja, apalagi klo mereka mulai lincah (stress).
ntahlah bakal seperti apa nantinya kelanjutan praktikum ini, apakah akan banyak prngorbanya di hari" berikutnya? yang jelas, keesokkan harinya, dyah bermimpi dikelilingi dan dipanjat tikus,,hahaha
akhir kalimat, smoga besok-besok tikus dan mencitnya kalem-kalem,, amiin :D

No comments:
Post a Comment