Monday, January 2, 2012

intermezzo

beberapa orang menyambut tahun baru dengan huru hara dari menyalakan petasan, meniup terompet, bakar jagung, atau naik gunung tuk lihat matahari awal terbit, atau mungkin yang lainnya yang saya tak mau tahu. tahun baru juga dijadikan sebagai moment membuat resolusi baru, haruskah?

ntah bagaimana mengungkapkannya, terkadang saya bingung dengan sikap mereka yang menganggap begitu spesialnya tahun baru dibanding hari lainnya. bahkan matahari masih terbit di arah timur. meniup terompet, menyalakan petasan, apa manfaatnya? hanya membuat keributan orang" yang akan uas esoknya dan keributan bagi mereka yang telah terlelap dalam tidurnya.

keesokan harinya, kami berencana makan siang di luar. apa yang terjadi? seluruh tempat makan penuh dengan dipenuhi mobil-mobil pribadi mereka layaknya ikan pindang dan yang sangat menyedihkan adalah sampah bertebaran di setiap tanah lapang (tak hanya tanah lapang, pinggiran jalan, ruko-ruko) hingga menyisakan jagung bakar yang masih utuh belum tersentuh. bayangkan, siapa yang akan membersihkannya hingga kondisi awal? mungkinkah para pelaku membersihkannya?

resolusi, pernahkah anda benar-benar serius mengerjakannya? masihkan anda ingat berapa resolusi yang anda buat pada tahu kemarin yang benar-benar anda lakukan. agar tahun ini lebih baik dari sebelumnya? mengapa tidak setiap hari membuat resolusi agar mendapatkan yang lebih baik lagi? cukuplah membuat pandangan bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin dan bila lebih buruk adalah kerugian. bayangkan, berapa banyak kerugian yang telah terlewati?

Akhir paragraf, berbuat baiklah seakan-akan kau mati esok hari.

No comments:

Post a Comment