Friday, August 27, 2010

7000 euro

sebenernya kejadian ini terjadi kemarin, setelah saya pulang dari indomaret (ketemu kek Billy). sampe rumah saya nyalain komputer, biasa lihat-lihat sesuatu dan nulis kisah pertemuan dengan kakek-kakek yang kemarin. usai menulis, saya berkunjung ke englishclub.com, saya jarang mampir kesini,,tapi kalau lagi pengen iseng biasanya kesini. di web ini, ada fasilitas roomchatnya. sesaat anda masuk, saat itulah ada serangkaian obrolan yang kadang isinya geje (g jelas), dan hari itu benar-benar lagi kacau, mereka chatting dengan menggunakan bahasa arab, padahal ini kan englishclub. weleh-weleh. akhirnya saya diam, mengamati obrolan mereka. lalu saya mengetik "is here an arabic chat?" tak ada yang menjawab.dan mengetik lagi "english please.." tak ada respon. akhirnya saya tinggalkan, tapi tidak ditutup. tak lama kemudian, jeng..jeng...


seseorang dengan user baldman menyapa saya. melihat name usernya saya sudah malas. tapi saya tetep lanjut. ternyata setelah beberapa obrolan, dia adalah seorang pharmasist.ohh nooo,,,saya sedikit tidak percaya, karena dia mengatakan dirinya pharmasist setelah saya mengatakan bahwa saya adalah mahasiswa farmasi. (bisa aja kan klo ternyata dia ngaku-ngaku buat nambah obrolan). kemudian dia bercerita bahwa dia sedang bekerja di salah satu perusahaan di jerman. saya tambah bingung, bagaimana tidak, sebelumnya dia mengenalkan dirinya orang algeria. bagaimana mungkin dia bekerja di jerman, karena obat-obatan yang dipakai antar negara berbeda, oleh karena itu agak sulit seorang pharmasist bekerja di negara lain. ternyata dia mengambil S2 di jerman...hooo i see..


nama aslinya adalah amoun. dia bekerja dengan gaji perbulannya  7000 euro (saya langsung googling 1 euro berapa rupiah, 1 euro berkisar antara 12000 rupiah (26 Agustus 2010)) yang bila di rupiahkan mencapai 84 juta rupiah. WOOOW!!. dan dia mengaku setiap bulannya dia dapat menabung 5000 euro. ckckck kapan ya,,,saya bisa berpenghasilan sebesar itu,, -,-?


gara-gara 7000 euro ini, pikiran saya jadi kemana-mana. apa saya juga harus ambil s2 di jerman ya?? ehhmm,,tapi kayaknya susah, selain biaya, saya pasti tidak di izinkan orang tua, kecuali ada mahramnya (red: orang tua, kakak laki-laki, adik laki-laki, atau suami). kapan coba saya punya suami yang juga mau ke jerman,,ahahaha..selain itu saya juga blom pernah belajar bahasa jerman.


well, setidaknya 7000 euro ini menyemangati saya. saya harus memperbaiki diri bagaimana menjadi pribadi yang produktif, tidak takut bermimpi, karena dengan adanya keinginan kita bisa melakukannya. i will, i can, and i do.

No comments:

Post a Comment