Wednesday, September 15, 2010

i know how she does it

hari ini saya menyelesaikan novel dari perpustakaan. ternyata saya sudah lama tidak membaca novel sejak masuk kuliah. atau bahkan sama sekali tidak pernah. novel itu berjudul "i don't know how she does it". novel terjemahan, keluaran tahun 2005.

adalah novel yang menceritakan kehidupan sehari-hari yang dijalani oleh seorang ibu karir yang memiliki 2 anak kecil. kate (tokoh utama) adalah seorang manajer investasi di perusahaannya. ia memiliki latar belakang keluarga yang kurang berada. sehingga ia bertekad untuk memiliki kehidupan yang lebih baik untuk anak-anaknya. ia mati-matian bekerja hingga sering baginya tidak pergi mengantar tidur anak-anaknya atau berpisah dengan anaknya di pagi hari. namun, ia lakukan untuk terpenuhi apa yang menurutnya diinginkan anaknya seperti hadiah-hadiah hingga rekreasi ke luar negeri. suaminya, richard yang seorang arsitek menerima keadaan istrinya, walau ia harus bergantian menemani sang anak dan ia memiliki penghasilan di bawah penghasilan istrinya.


alur cerita terus mengalir mengisahkan kehidupan kate yang penuh dengan apapun yang harus diingatnya. dari popok bayi, karpet tangga, jumpa dengan klien, pengasuh anak yang suka bolos, presentasi pegawai baru dan lain-lain. di dalamnya diceritakan pula bagaimana ia sangat merasa sedih ketika anaknya akrab dengan pengasuhnya, tidak mengetahui kesukaan anaknya saat ditanya mertuanya, tidak tahu berapa berat badan anaknya sampai isak tangis yang selalu didengarnya sesaat ia meninggalkan rumah menuju kantor. di dalamnya pula dikisahkan bagaimana orang-orang selalu berkata "aku tidak tahu bagaimana ia melakukannya" saat berjumpa denganya.

bak dilema perempuan karir antara memilih karir dan keluarga, kate berdalih apa yang ia lakukan demi mereka. betapa banyak yang harus ia keluarkan dan pikirkan untuk mereka. namun ia sadar bahwa yang paling diinginkan anaknya adalah keberadaan dirinya dirumah bersama mereka.


klimaksnya, richard akhirnya merasa tidak tahan lagi. ia akhirnya meninggalkan rumah saat kate harus jumpa klien di NYC. bahkan kata perpisahannya dituliskan dalam sebuah surat dan dibacakan oleh paula (pengasuh) melalui telepon. kate hilang kendali hingga besoknya ia mendengar anaknya sakit.


sang penulis, allison pearson, benar-benar mahir menggambarkan suasana hati, mendeskripsikan keadaan, dan melayangkan aneka humor. begitu banyak saat-saat yang menyentuh yang menyebabkan kate memilih menghabiskan hari bersama anak-anaknya. emily anak pertamanya pernah mengatakan padanya bahwa ia takkan membiarkan anaknya diasuh oleh seorang pengasuh. celotehan anak yang merupakan kritik besar baginya.


novel ini merupakan nasehat bagi ibu-ibu yang sering meninggalkan anaknya, betapa anak-anak sangat membutuhkan keberadaannya, sekaligus renungan bagi meraka yang memilih karir daripada keluarganya maupun renungan bagi mereka yang belum berkeluarga untuk memilih jalan mana yang akan dipilihnya kelak.


ibu adalah rumah. rumah bagi anak-anaknya. 

*lho kok,,knapa jd resensi novel ya? hohohoo

No comments:

Post a Comment